Panduan mengkonsumsi buah

Panduan mengkonsumsi buah

Mengkonsumsi buah-buahan memang baik untuk kesehatan tubuh, karena buah bagian dari diet harian. Namun, mengkonsumsi buah secara berlebihan dapat memicu penyakit diabetes. Oleh karena itu, panduan mengkonsumsi buah diperlukan untuk menjaga tubuh kita agar tetap sehat.

Buah-buahan merupakan asupan utama seseorang untuk memperoleh sumberdaya vitamin. Namun, di dalam kandungan buah terdapat banyak gula. Sehingga, perlunya seseorang menghitung jumlah takaran yang sesuai agar terhindar dari dampak buruknya.

Pedoman mengkonsumsi buah harian :

Panduan mengkonsumsi buah

Panduan mengkonsumsi buah

Berapa jumlah tepatnya memakan buah tergantung pada umur, jenis kelamin, dan seberapa sering seseorang melakukan olahraga. Untuk mereka yang melakukan olahraga sedang perhari, Departement of Agriculture (USDA) merekomendasikan sebagai berikut :

Anak-anak

umur 2-3 tahun, satu cangkir.
umur 4-8 tahun, satu sampai satu setengah cangkir.
umur 9-13 tahun, satu setengah cangkir.

Wanita

umur 14-18 tahun, satu setengah cangkir.
umur 19-30 tahun, dua cangkir.
umur diatas 30 tahun satu setengah cangkir.

Laki-laki

umur 14-18 tahun, dua cangkir.
umur di atas 19 tahun, dua cangkir.

Perbandingan satu cangkir sama dengan satu apel, 32 anggur, satu jeruk besar, delapan strawberry besar. Sebagai catatan bahwa satu cangkir sama dengan 100 persen jus buah.

Kemudian, buah kering beku lebih banyak mengandung gula daripada yang kering dan segar. Contohnya, satu setengah cangkir buah kering beku setara dengan satu cangkir buah di bentuk lainnya.

Orang-orang yang berolahraga sedang selama 30 menit perhari mungkin dapat mengkonsumsi lebih banyak buah daripada mereka yang tidak.

Alasan penting mengikuti pedoman?

pentingnya pedoman?

pentingnya pedoman?

Diabetes selalu mengintai seseorang yang mengkonsumsi gula secara berlebihan. Diabetes menyebabkan gula darah atau glukosa dan membuat tekanan darah menjadi tinggi.

Seperti diketahui bahwa buah tidak hanya mengandung banyak vitamin, mineral dan serat, namun juga gula. Meskipun tidak dijelaskan secara jelas tipe diabetes yang dapat terjadi ketika seseorang mengkonsumsi buah secara berlebihan. Tapi setidaknya ada dua tipe diabetes yang mungkin dapat terjadi jika seseorang mengkonsumsi buah secara berlebihan.

Diabetes tipe pertama, terjadi saat masa kecil dan orang-orang dengan kondisi tidak bisa memproduksi hormon atau dikenal sebagai insulin.

Diabetes tipe dua, bentuk paling umum dari diabetes dan bisa terjadi pada semua umur. Tapi biasanya berkembang ketika seseorang menjadi dewasa. Pada diabetes tipe dua, sel ditubuh seseorang tidak dapat merespon tepat ke insulin. Perlu diketahui bahwa respon ini dikenal sebagai daya tahan insulin.

Insulin menyebabkan gula darah bergerak dari aliran darah ke sel tubuh yang digunakannya sebagai sumber energi. Jadi ketika seorang individu memakan, sistem pencernaan mereka memecah kabohidrat di dalam makanan ke dalam sebuah gula sederhana disebut glukosa.

Jika tidak ada cukup insulin di dalam tubuh atau sel, darah tidak bisa merespon secara jelas ke insulin. Gula dapat berkumpul di dalam aliran darah dan menyebabkan berbagai komplikasi terkait kesehatan. Meskipun seseorang tidak bisa mencegah diabetes tipe dua, namun ada cara untuk mengurangi resikonya. Cara itu adalah merubah gaya hidup dan pola diet.

Apa yang terjadi jika mengkonsumsi buah secara berlebihan?

kegendutan?

kegendutan?

Memakan buah terlalu banyak dapat menyebabkan bertambahnya berat badan yang mana membuat level gula darah lebih tinggi. Itu merupakan faktor risiko untuk diabetes tipe dua.

Secara umum, orang mengenal buah sebagai makanan dari bagian diet sehat dan gaya hidup yang tidak meningkatkan risiko diabetes. Tapi, kenyataannya mengonsumsi buah berlebihan dari “tunjangan harian yang diperbolehkan (RDA)” mungkin membuat seorang individu memiliki lebih gula di dalam diet mereka.
Sebuah diet yang tinggi gula, olahan karbohidrat, dan lemak jenuh lebih dekat risiko terkena diabetes.

Buah memang mengandung banyak vitamin, mineral, dan serat, sehingga menjadikannya sumber penting dari diet sehat. Jadi ketika memilih buah, pilihlah buah yang segar daripada buah kering, dan membatasi asupan jus buah agar dapat membantu mengurangi asupan gula.

Orang-orang yang kegemukan lebih berisiko terkena diabetes tipe dua daripada mereka yang tidak. Satu dari penyebab dasar bertambahnya berat badan jika seseorang makan lebih kalori daripada yang mereka bisa hilangkan. Makanan dan minuman manis biasanya tinggi kalori.

Jika seseorang makan buah sesuai RDA seharusnya tidak meningkatkan risiko diabetes seseorang. Jus buah secara umum tinggi gula, namun minum lebih dari satu cangkir jus buah per hari bisa menolong menjaga asupan dalam batas kesehatan.

Banyak makanan yang diproses atau dipanggang, seperti biskuit dan saus tomat, mengandung gula tambahan. Dengan batas makanan mereka, orang bisa menurunkan kalori mereka dan asupan gula.

Orang-orang yang pradiabetes punya lebih tinggi kadar glukosa rata-rata, tapi tidak cukup tinggi untuk seorang dokter mendiagnosis diabetes tipe dua. Walaupun pradiabetes meningkatkan risiko penyakit diabetes. Itu tidak berarti bahwa seorang individu secara pasti akan bertambah buruk terkena diabetes. Dan mungkin bagi orang dengan pradiabetes untuk menurunkan glukosa darah mereka dan risiko mereka terkena diabetes tipe dua.

Menghilangkan berat badan dan melakukan olahraga harian bisa menolong risiko ini. Beberapa meditasi juga bisa menurunkan risiko diabetes seseorang.

Bisakah orang dengan masalah diabetes makan buah-buahan?

makan buah

makan buah

The Diabetes Association merekomendasikan makan buah, sebagai bagian dari diet sehat. Sementara untuk orang-orang dengan penyakit diabetes penting untuk mengatur kondisi dan diet mereka.
Buah mengandung karbohidrat dan gula. Seorang dengan diabetes mungkin ingin mengecek jumlah mereka ketika meletakkannya di dalam rencana pada makan yang akan dikonsumsi.

Sebaik gula dan karbohidrat, buah kaya akan serat. Makanan yang mengandung serat memakan waktu lebih lama untuk dikunyah. Jadi, mereka menaikkan gula darah dengan lebih lambat daripada mereka yang kurang serat.

Makanan yang mengandung karbohidrat menaikkan kadar glukosa darah. Beberapa makanan menaikkan kadar mereka lebih daripada yang lainnya.
Beberapa orang menggunakan indeks glikemik (GI) untuk merencanakan diet mereka. GI adalah ukuran berapa banyak makanan tertentu menaikkan glukosa darah seseorang. Makanan ber-GI rendah menaikkan glukosa darah kurang daripada mereka yang ber-GI tinggi.

Kebanyakan buah-buahan rendah GI, namun buah seperti melon dan nanas punya GI tinggi. Memproses makanan untuk meningkatkan GI-nya. Lalu, jus buah punya GI lebih tinggi daripada sebuah potongan buah utuh. Buah matang memiliki GI lebih tinggi daripada buah mentah.

Menggabungkan buah yang punya GI tinggi dengan makanan GI rendah bisa membuatnya jadi pilihan yang lebih sehat. Sebuah contoh dari ini mungkin, potongan buah pisang matang dan setelah itu di atas roti gandum untuk sarapan.

Buah kering, jus buah dan buah tropis tertentu, seperti mangga lebih tinggi gula. Seorang individu mungkin memilih makan seporsi kecil atau menghindari terlalu banyak makan itu.

Beberapa buah kaleng telah menambahkan gula atau disajikan dengan sirup. Buah kaleng yang ada di dalam jus buah atau sirup rendah gula lebih sedikit gula daripada sirup biasa.

Kesimpulan

kesimpulan

kesimpulan

Kasus diabetes memang rumit, tapi seorang individu tidak mungkin mengembangkan kondisi diabetesnya hanya dari makan terlalu banyak buah. Menjadi kegemukan atau memiliki gula darah tinggi merupakan kedua faktor risiko yang mengembangkan diabetes.

(AjiBaso)

// Panduan mengkonsumsi buah agar tetap sehat //