Rp 1,800 untuk Menyelamatkan Bayi di Seluruh Dunia

newborns

newborns

WHO – Kebijakan di seluruh negara seharusnya memperhatikan kualitas perawatan bayi dan investasi jangka panjang bagi bayi kecil dan sakit. Itu hanya memerlukan 20 sen atau sekitar Rp 1,800 untuk menyelamatkan dua dari tiga kelahiran baru di negara pemasukan pertengahan dan rendah menjelang tahun 2030.

Laporan itu mendikte ke semua negara-negara untuk meletakkan pembiayaan di sumber keuangan legislative, medis, manusia untuk memastikan standar tertinggi perawatan kesehatan. Itu di jamin oleh the Convension on the Rights of the Child.

Menurut the UN Children’s Fund (UNICEF) dan World Health Organization (WHO), kesehatan terkait kelahiran masih menjadi sorotan utama di dunia. Sebab hampir 30 juta bayi atau setara dengan seperempat dari total kelahiran bayi setiap tahunnya terlalu cepat, kecil atau sakit. Sehingga memerlukan perawatan khusus untuk bertahan di bulan pertama hidup mereka.

“Ketika itu datang ke bayi-bayi dan ibu mereka, perawatan baik di waktu yang baik di tempat baik bisa membuat semua perbedaan,” kata Deputy Executive Director dari UNICEF. “Setelah,” dia melanjutkan, “jutaan dari bayi kecil dan sakit dan wanita yang sekarat setiap tahun karena mereka secara sederhana tidak menerima kualitas perawatan yang benar untuk mereka, dan kewajiban bersama untuk kita.”

Laporan itu berjudul : “Bertahan dan Tumbuh, Merubah Perawatan untuk Setiap kelahiran Kecil dan Sakit.” Menemukan bayi-bayi dengan komplikasi dari kelahiran prematur, atau menderita luka pada otak pada waktu melahirkan. Memotong infeksi bakteri atau penyakit kuning, resiko kematian dan cacat.

Lebih jauh lagi, korban psikologi dan keuangan pada keluarga mereka bisa berefek ke pertumbuhan ajaran, bahasa dan emosional.

“Untuk setiap ibu dan bayi, sebuah awal sehat dari kehamilan hingga melahirkan dan bulan-bulan pertama setelah kelahiran itu penting,” kata Deputy Director General untuk program WHO, Dr. Soumya Swaminathan yang mendorong kesehatan sedunia untuk memastikan setiap orang, termasuk kelahiran baru, punya akses untuk pelayanan kesehatan yang mereka butuhkan. Itu termasuk kemampuan mereka dalam membayar kesehatan.

“Kemajuan pada kesehatan kelahiran baru adalah situasi yang terbaik bagi semuanya. Itu menyelamatkan hidup dan ada kritis untuk pertumbuhan awal anak demikian kuat pengaruhnya pada keluarga, masyarakat dan generasi selanjutnya” dia menambahkan.

Laporan mengungkapkan bahwa sebanyak 2,5 juta kelahiran baru meninggal pada tahun 2017, kebanyakan penyebabnya bisa dicegah. Hampir dua per tiga dilahirkan prematur. Seharusnya bayi-bayi dapat bertahan, yang disebabkan penyakit kronik atau lambatnya perkembangan.

Angka memperlihatkan bahwa perkiraakan satu juta kelahiran kecil dan sakit bertahan setiap tahun dengan cacat jangka panjang.

Lebih cerah esok hari, dengan strategi lebih baik

Berita baiknya bahwa bayi-bayi mereka bisa hidup tampa komplikasi utama jika strateginya lebih cerdas dikerjakan, seperti menyediakan tim perawatan untuk kedua ibu dan bayi sampai persalinan, kelahiran dan seterusnya. Itu untuk menangkap masalah-masalah dan persoalan awal. Proyek laporan secara optimis, bahwa hidup dari 2,9 juta wanita, bayi yang gagal lahir dan kelahiran baru di 81 negara bisa diselamatkan menjelang tahun 2030.

Menurut laporan, untuk mencapai target mendunia dari kualitas kesehatan menyeluruh, pelayanan kelahiran baru harus dirubah. Tanpa kemajuan cepat, beberapa negara tidak akan bertemu target ini untuk sebelas dekade selanjutnya.

(AjiBaso)

// Rp 1,800 untuk Menyelamatkan Bayi di Seluruh Dunia //